Sunrise di Puncak Pananjakan, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Mari Berfoto

Berfoto dengan pemandangan yang keren – Foto diambil oleh teman saya menggunakan kamera teman saya yang lainnya

Sudah lama juga saya tidak menulis disini😀 . Tadi lihat latest post, ternyata yang paling atas postingan “Selamat Hari Raya Idul Fitri” tanggal 19 Agustus lalu, berarti sudah sekitar 3 bulan😀 WOW. Mungkin karena kebanyakan tugas kuliah ya? (alibi 100%) ha ha ha. Oke lah, mumpung ada niat untuk menulis, sayang kalau tidak dimanfaatkan, let’s go!

Sabtu 3 November dini hari, saya dan kawan-kawan sudah berkumpul di portal Universitas Negeri Malang bagian selatan. Berniat menghilangkan penat karena tugas, laporan, presentasi, dan makhluk-makhluk penganggu mahasiswa yang lain, kami menuju ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah taman nasional di Jawa Timur, Indonesia, yang terletak di wilayah administratif Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo. Taman ini ditetapkan sejak tahun 1982 dengan luas wilayahnya sekitar 50.276,3 ha. (Ini kata Om Wikiped)

Oh yeah…. perjalanan panjang Malang-Pasuruan melalui jalan alternatif dengan medan sempit berliku-liku ditambah hembusan angin malam yang merasuk ke kulit melewati beberapa lapis pakaian yang dikenakan, terasa sangat menyenangkan. Hanya butuh waktu 2-3 Jam, kita sudah sampai ke lokasi tujuan. (aduh, bahasaku lebay)

Tujuan pertama adalah Puncak Pananjakan, dimana kita bisa melihat keindahan Sunrise (dibaca : matahari terbit) secara live.

Sunrise Puncak Pananjakan

Mataharinya sudah mulai muncul , keren kan? – Foto diambil oleh teman saya menggunakan kamera teman saya yang lainnya

Dari lokasi ini, kita juga bisa melihat Gunung Semeru, Bromo, hamparan lautan pasir di sekitar gunung bromo, dan kawan-kawan mereka yang juga tak kalah keren secara live. Tantangan terbesarnya adalah “ADEM“, suhunya yang tak tau itu berapa derajat celcius berhasil membuat kaki saya gemetar terus menerus walaupun pakaian sudah berlapis-lapis😀 .

Puas dengan Sunrise dan fotp-foto, kami berniat (BERNIAT!!!!) melanjutkan perjalanan ke Bromo. He he he, “pengen renang di lautan pasir mas?“. Karena akses utama ke Bromo sedang ada perbaikan dan jalannya ditutup, kami memilih untuk melewati jalur alternatif yang katanya tidak terlalu jauh. Tidak ada salah satupun dari kami yang tahu persis, mana arah jalan alternatif itu. Tapi untung ada seseorang (orang asing, tapi bukan bule) yang menyewa ojek untuk mengantarkannya ke Bromo via jalan alternatif itu. Walhasil, kami mbuntut (cari yang gratisan😀 ).

Next, eh… cukup sampai disini nulisnya, karena intinya kami gagal menuju Bromo😥 . Okedeh, nggak apa-apa, yang penting pulang😛 .

Yang inigin berkunjung juga, ini ada sedikit info tentang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dari Om Wikiped :

  • Dinyatakan: Menteri Pertanian, tahun 1982.
  • Ditunjuk: Menteri Kehutanan, SK No. 278/Kpts-VI/97 dengan luas 50.276,2 hektar.
  • Ditetapkan: —-.
  • Letak: Kab. Pasuruan, Kab. Probolinggo, Kab.Lumajang, dan Kab. Malang, Provinsi Jawa Timur.
  • Temperatur udara: 3° – 20° C.
  • Curah hujan rata-rata: 6.600 mm/tahun
  • Ketinggian tempat: 750 – 3.676 m. dpl
  • Letak geografis: 7°51’ – 8°11’ LS, 112°47’ – 113°10’ BT

Keterangan lebih lanjut bisa Googling secara langsung.😉

Penulis: Rifki

I Am Ironman

17 thoughts on “Sunrise di Puncak Pananjakan, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s