Drakula Ingin Menjadi Malaikat
Suatu hari seorang (seorang apa seekor ya ?) Drakula duduk termenung karena merasa bosan dan menyesal telah banyak menghisap darah orang- orang yang tak berdosa. Diapun meminta kepada tuhannya untuk merubahnya menjadi seorang malaikat putih bersayap yang suka membantu orang.
Tuhannyapun mempunyai ide untuk menjkadikannya putih bersayap dan suka membantu orang, tetapi juga tetap bisa menghisap darah. Dalam sekejap, drakula itupun langsung menjadi :
Antara Upil & Salak
Pada suatu hari, ada seorang gadis (cewe’) yang yah lumayan dapat dikatakan cantik sedang berbelanja ke pasar. Karena ingat dengan anaknya dirumah, maka ia menyempatkan diri membeli oleh- oleh. Muter kesana- kemari akhirnya dia menemukan seorang penjual buah dan memutuskan untuk membeli buah sebagai oleh- oleh.
Seperti biasa, tawar menawar (nyang nyangan) terjadi antara penjual buah dan pembeli.
Lebih Tua
Pada suatu hari, dua anak kecil yang kira- kira masih berumur 5 tahun, sedang asyik sangkal- menyangkal siapakah yang lebih besar di antara mereka. Satu sama lain saling menunjukkan bukti bahwa mereka lebih besar dari temennya.
Wahyu : “Eh Aku tu ya, pernah dipanggil Mas sama penjaga toko !”
Udin : “Itu namanya, penjaga toko itu sopan santun ama pembelinya, kalau aku malah pernah di panggil kakek, ama preman lagi !”
Wahyu : “Emang kapan ?”
Tokek
Dicari Seekor TOKEK muda yang bunyinya malam dan berkaki empat. Bagi yang menemukannya silahkan memberitahu kami lewat e-mail ke riffrizz@live.com . Penawaran Rp 20.000.000,- (Bisa lebih)

Babi dan Katak
Wahyu & Udin (nama samaran) sedang menggunjingkan masalah babi karena baru saja mengikuti pengajian yang menerangkan tentang hewan yang haram dan menjijikkan ini.
Wahyu : “Eh ! Din, lo tau gak kenapa anak babi itu kalo lagi ngumpul dan ketemu ama temen- temennya suka nunduk- nundukin kepala ?”
Udin : “Cariin uangnya yang jatuh kali !”
Wahyu : “Ya enggaklah, masa anak babi punya uang seh ! emang buat apa uangnya ?”
Udin : “Lha terus kenapa donk babinya nunduk ?”





Yang Habis Ngomong